5 Pebalap MotoGP yang Meninggal Saat Berada di Sirkuit

Di ajang MotoGP Beberapa insiden tabrakan yang mengakibatkan pembalap cedera pun sudah banyak terjadi. Tak hanya cedera ringan atau parah. Bahkan sejumlah pebalap MotoGP ada yang mengakhiri hidupnya di sirkuit tempat dia balapan. Berikut ini pembalap yang mengakhiri hidupnya di sirkuit.

1. Marco Simoncelli

Marco Simoncelli lahir di Cottarica, Rimini, italia pada 20 Januari 1987 adalah salah satu pembalap MotoGP yang berasal dari Italia dan cukup terkenal dengan karakter balapnya yang cukup garang. Seorang pemuda periang yang harus menghembuskan nafas terakhirnya di sirkuit International Sepang, Malaysia 23 Oktober 2011 pada MotoGP Malaysia 2011.

Simoncelli terjatuh ketika sedang berbelok di tikungan ke-11 Sirkuit Sepang dan tertabrak oleh motor Edwards. Edwards juga terjatuh namun hanya mengalami patah tulang bahu. Sementara Simoncelli berbaring diam di lintasan sesaat setelah kecelakaan dengan helmnya terlepas dalam insiden itu.

Sementara itu, Rossi hanya sedikit kehilangan keseimbangan dan dapat melaju pelan ke pit-stop. Setelah insiden tersebut, perlombaan dihentikan dan Simoncelli langsung dibawa ke pusat medis Sirkuit Sepang. Pada pukul 16.56 waktu setempat.

2. Michele Frutschi

Michel Frutschi lahir pada tanggal 6 Januari 1953 di Jenewa adalah pebalap jalan raya Grand Prix dari Swiss. Tahun terbaiknya bocoran rtp live hari ini adalah pada tahun 1979 saat ia finis di tempat kelima dalam kejuaraan dunia 350 cc. Frutschi terbunuh saat berlaga di Grand Prix Prancis 500 cc di Le Mans pada 3 April 1983 di usia 30 tahun

3. Luis Salom

Luis Jaime Salom Horrach 7 Agustus 1991 adalah pembalap motor Grand Prix Spanyol. Salom meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di Circuit de Catalunya pada 3 Juni 2016. Ssaat itu ia menabrak tembok dalam kecepatan tinggi.

Sepeda motornya menabrak pagar pembatas dan melambung ke atas, sementara Salom (yang telah melepaskan sepedanya) meluncur di bawahnya sehingga membuatnya langsung berada di jalur sepeda motor yang menabrak. Salom dilarikan ke Rumah Sakit Umum de Catalunya, di mana dia meninggal saat operasi karena luka-luka yang diderita dalam kecelakaan itu.

4. Shoya Tomizawa

Shoya Tomizaw lahir pada 10 Desember 1990 adalah seorang pembalap motor Jepang. Setelah sukses berkarier di All Japan Road Race Championship, ia beralih ke MotoGP dan berkompetisi di kelas 250 cc. Omizawa berkompetisi di babak ke-11 Kejuaraan Dunia Moto2 perdana, Grand Prix San Marino di Sirkuit Dunia Misano pada tanggal 5 September 2010.

Pada lap 12, ia menempati posisi ke-4, Tomizawa jatuh di Curvone, sebuah tikungan kanan yang cepat. Saat ia terpaksa melebar dan kehilangan pegangan di ban belakangnya. Dia kemudian diserang oleh motor slot deposit dana Scott Redding dan Alex de Angelis, dan menderita trauma tengkorak, toraks dan perut.

5. Daijiro Kato

Daijiro Kato lahir pada 4 Juli 1976 adalah pembalap jalan raya mobil Grand Prix Jepang, juara dunia 250cc 2001, dan pemenang Suzuka 8 Hours tahun 2000 dan 2002. Pada tanggal 6 April 2003, pada balapan pertama musim MotoGP di Grand Prix Jepang, yang diadakan di Sirkuit Suzuka, Kato jatuh saat dia kehilangan kendali atas sepeda motornya, yang mengakibatkan dia keluar dari lintasan balap.

Awalnya dia dan motornya menabrak ban penghalang, diikuti oleh penghalang busa. Kato terluka parah saat kepalanya menyentuh tepi penghalang busa, melepuh sendi antara dasar tengkorak dan tulang belakang leher rahim. Karena luka tersebut ia menghembuskan napas terakhirnya.

Tulisan ini dipublikasikan di MotoGp. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *