PSBB Yang Menjadi Fokus Pemerintah Indonesia

11 Mei, 2021 | Feek | No Comments

PSBB Yang Menjadi Fokus Pemerintah Indonesia

Para ahli epidemiologi dari Universitas Griffith, Dicky Budiman https://www.mdpwellness.com/, mengatakan bahwa upaya pemerintah untuk membuka keran aktivitas sosial ekonomi dalam virus mahkota pandemi sangat berbahaya, terutama jika diterapkan pada kondisi kasus Covid-19 di Indonesia saat ini. Menurut Dicky, alih-alih memulihkan ekonomi, upaya itu benar-benar menghambat suatu negara dengan situasi normal. Presiden Joko Widodo (Jokowi), beberapa waktu lalu, memimpin sesi pleno dari kabinet manajemen kesehatan tematik dan pemulihan ekonomi untuk memperkuat reformasi pada tahun 2021.

Pada kesempatan itu, pada awal minggu, Senin (7/9), Jokowi menyampaikan serangkaian pesan penting. Kepala negara mengatakan bahwa itu bukan masalah yang lebih mudah untuk mengatasi masalah kesehatan dan ekonomi secara bersamaan di tengah-tengah pandemi Covid-19. “Yang pertama saya perlu ingat sekali lagi bahwa kunci ekonomi kita baik adalah kesehatan yang baik, kesehatan yang baik akan melakukan perekonomian kita,” kata Jokowi. Artinya, lanjut, pemerintah nomor satu fokus adalah kesehatan dalam konteks ini yang menangani Covid-19. Sebab, mantan gubernur DKI Jakarta menegaskan bahwa kuncinya adalah masalah kesehatan.

PSBB Yang Menjadi Fokus Pemerintah Dalam Mengatasu Corona

Pemerintah berfokus pada mempertahankan aturan dengan larangan pulang ke rumah. “Di minggu ini, dan minggu depan, di masa depan, 2 minggu, pemerintah masih fokus pada bolak-balik dan mengendalikan refluks. Hingga saat ini, RI menunjukkan bahwa ada 17.520 kasus Covid-19 secara kumulatif. Dari Senin ada 12.243 pasien dengan hati-hati. Sebanyak 4.129 pasien pulih. Sementara 1.148 meninggal. PSBB diimplementasikan kembali oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menarik rem darurat karena wabah Covid-19, yang dianggap mengkhawatirkan, yang dianggap mengkhawatirkan

Ada 5 faktor yang fokus pada implementasi PSBB kali ini. Pertama, pembatasan pada kegiatan sosial, ekonomi, budaya, pendidikan dan lainnya. Kedua, kontrol mobilitas. Rencana isolasi terkontrol ketiga, kemudian memenuhi kebutuhan dasar dan penerapan sanksi. Kesebelas sektor ini meliputi kesehatan, energi, pembiayaan, keramahtamahan, industri strategis, kepatuhan dengan kebutuhan sehari-hari, bahan makanan, komunikasi, logistik, konstruksi dan layanan dasar utilitas publik yang ditunjuk sebagai objek vital nasional.

Write Reviews

Leave a Comment

Please Post Your Comments & Reviews

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Comments & Reviews